Sumber: infopublik.id

Tana Paser, InfoPublik – Sejumlah nama pejabat daerah Kabupaten Paser belakangan ini disalahgunakan salah satu oknum untuk kepentingan tertentu. Masyarakat Paser, diminta untuk waspada dan tidak mudah percaya apabila ada seseorang yang mengatasnamakan pejabat daerah.

“Kami harap masyarakat tidak mudah percaya karena akhir-akhir ini banyak terjadi penyalahgunaan nama pejabat,” kata Kepala Bagian Pemerintahan Irwan Suryani, Selasa (2/4/2019).

Kejadian itu kata Irwan bermula dari laporan masyarakat yang merasa dihubungi oleh oknum yang mengaku pejabat daerah. Oknum tersebut mengaku sebagai salah satu pejabat di lingkup Pemda Paser. “Awalnya dari laporan masyarakat yang mengatasnamakan pejabat. Selain itu juga ada yang mengaku ajudan Bupati,” kata Irwan.

Masyarakat menurut Irwan perlu berhati-hati dan jangan mudah percaya. “Jika ada yang menelepon namun orangnya belum dikenal, jangan mudah percaya. Ini memang sering terjadi,” katanya.

Beberapa waktu lalu, penipuan mengatasnamakan pegawai Pemerintah Kabupaten Paser menimpa salah satu warga yang mengaku dihubungi oleh ajudan Bupati, Arieful Haq. Dia sempat menelpon beberapa orang di Paser dan memberikan nomor Bupati Paser untuk dihubungi.

Berita ini muncul di salah satu grup media sosial. Rupanya yang memasukkan informasi di media sosial ini barusan dihubungi oleh orang yang mengaku bernama Arieful Haq dan memberikan nomor telepon yang salah.

Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa tidak ada korban dari pencatutan nama ajudan Bupati Paser ini. Pihak yang menerima telepon juga langsung mengkonfirmasi kepada Arief yang saat kejadian masih istirahat di rumah setelah mengalami kecelakaan di daerah Kalimantan Selatan

Selain pejabat di lingkup Pemda Paser, salah satu anggota DPRD Paser dari Partai Gerindra, Liem Edy Hartono pun dicatut Namanya. Modusnya dengan mengirimkan pesan melalui WhatsApp dan meminta mengisikan pulsa dengan alasan disekitar lokasi. 

Namun setelah di konfirmasi kepada yang bersangkutan, ternyata Liem Edy Hartono mengaku bahwa itu bukanlah pesan dari dirinya. Melainkan oknum yang tidak bertanggungjawab yang tidak diketahui keberadaannya.

"Itu bukan saya mas, memang pelaku menggunakan profil saya untuk menjalankan aksinya ini, tapi tidak pernah meminta diisikan pulsa kesiapapun," ucap Liem Edy Hartono dihubungi terpisah.

Ia mengaku bahwa itu merupakan peristiwa yang ke tiga kali dan pernah terjadi kepada beberapa koleganya dengan modus meminta sejumlah uang. (MC Kabupaten Paser/Eyv)(infopublik.id)

Tinggalkan Komentar