Sumber: Bidang Aptika

BATAM - Perwakilan staf Bidang Aplikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Paser bersama beberapa operator, call taker, dan dispatcher Layanan Panggilan Darurat Call Center 112 perwakilan dari beberapa OPD terkait seperti Dinas Pemadam Kebakaran, Satuan Pamong Praja, Badan Penanggulangan Daerah dan lain-lain mengikuti kegiatan T.o.T (Training on Trainer) SDM Call Center 112 Tingkat Lanjut selama 2 hari (5/12 - 6/12) di Hotel Four Points by Sheraton Kota Batam, Kepulauan Riau.

Dalam penerapan Layanan Panggilan Darurat 112 (Call Center) Kabupaten Paser terdapat Pusat Panggilan Darurat (Call Center 112) yang didalamnya terdiri dari beberapa petugas yaitu PIC/Supervisor, Call Taker (Operator Telepon) dan Dispatcher (Petugas Pengarah). Sehingga diharapkan dengan adanya kegiatan T.o.T (Training on Trainer) SDM Call Center 112 Tingkat Lanjut ini, penerapan Call Center 122 di Kabupaten Paser akan berjalan dengan maksimal guna peningkatan layanan kepada masyarakat.

Materi ketiga terkait Pengantar Pedoman Teknis Pelatihan SDM 112 oleh Ibu Lusila Retno dari Tim 168 Solution. Pada materi ini dibahas mengenai tugas dan tanggung jawab call taker, dispatcher, dan responder. Call taker mempunyai tugas menerima laporan gawat darurat dari masyarakat,  menentukan/analisa informasi yang diterima, apakah informasi umum dan tidak perlu di eskalasi, prank, telpon tanpa suara (ghost call), perlu diteruskan ke unit berikutnya (Dispather), eskalasi menggunakan alat yang disepakati (berupa insiden tiket melalui aplikasi, telepon, HT), mencatat informasi sesuai tipe kejadian/ call yang diterima, dan turut memonitor apakah sudah ditangani atau belum. Seorang call taker juga harus memiliki kemampuan Knowledge, Skill dan Attitude.  

Materi keempat dan materi terakhir dihari pertama diisi oleh dr. Sukarta, MH.Kes. terkait Penanganan Kegawatdaruratan Medis. Pada materi ini dijelaskan mengenai Kegawatdaruratan, dimana gawat darurat merupakan suatu pertolongan yang cepat dan tepat untuk mencegah kematian maupun kecatatan (tindakan segera untuk menyelamatkan jiwa). Gawat merupakan mengancam kehidupan / nyawa, ketidakpastian, tidak bisa diditeksi secara dini sedangkan Darurat merupakan sesuatu yang terjadi perubahan drastis dan tiba-tiba sekali dan perlu penanganan segera. Selain itu kondisi kegawatdaruratan dibagi menjadi beberapa kategori yaitu pasien gawat darurat, pasien gawat tidak darurat, pasien tidak gawat tapi darurat, dan pasien tidak gawat tidak darurat. Selain itu juga disampaikan terkait pertolongan pertama dan medis dasar

Dihari kedua ini difokuskan dan dilanjutkan dengan materi dari Tim 168 Solution yaitu Team Work, Stress Management, Interpersonal Communication, Call Management dan disertai dengan Role Play (simulasi). Diakhir materi dilakukan simulasi pelaporan tentang kegawatdaruratan, disini masing-masing kelompok melakukan simulai menjadi call taker dan dispatcher. Seorang call taker harus memiliki kemampuan dan pengetahuan ketika menghadapi pelapor melalui sambungan telepon. Apakah laporan tersebut benar atau hanya panggilan iseng (hoaks) serta bagaimana tindak lanjut laporan tersebut ketika diteruskan ke dispatcher.

Tinggalkan Komentar