
Diskominfostaper Paser Ikuti Studi Orientasi Implementasi Aplikasi E-SAKIP Terintegrasi di Bappedalitbang Balikpapan
Balikpapan, — Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Paser mengikuti kegiatan Studi Orientasi Implementasi Aplikasi E-SAKIP Terintegrasi yang dilaksanakan di Kantor Bappedalitbang Kota Balikpapan (5/10). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan strategi penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) berbasis digital terintegrasi di lingkungan pemerintah daerah.
Dari Diskominfo Kabupaten Paser, hadir Sekretaris Dinas, Mulyadi Rahman yang mewakili Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Paser, serta Pranata Komputer Ahli Muda, Muhammad Syarif Abdillah. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari upaya Pemkab Paser dalam mempercepat pengembangan Aplikasi E-SAKIP Terintegrasi yang tengah dikembangkan sebagai bentuk transformasi menuju tata kelola pemerintahan yang berbasis kinerja dan data.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Paser, Arif Medyastomo, menyampaikan beberapa catatan penting hasil coaching clinic bersama Kementerian PANRB. Menurutnya, terdapat sejumlah aspek yang perlu disesuaikan pada sistem SAKIP Kabupaten Paser agar lebih optimal, di antaranya:
- Perlu digambarkan levelling kinerja secara utuh mulai dari Kepala Daerah hingga pejabat pelaksana,
- Penguatan penggambaran skema kolaboratif antarperangkat daerah,
- Penonjolan aspek Transformasi SAKIP Berdampak baik dari sisi Indikator Kinerja Utama (IKU) maupun Indikator Kinerja Kegiatan (IKK), serta
- Penambahan tampilan Skema Cross Cutting antar sasaran dan program.

Sementara itu, Sekretaris Bappeda Kota Balikpapan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim SAKIP Kabupaten Paser. “Kami berterima kasih atas kunjungan rekan-rekan dari Kabupaten Paser. Semoga kegiatan ini menjadi sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman, sehingga dapat saling memperkuat dalam upaya peningkatan nilai SAKIP di masing-masing daerah,” ujarnya.
Dalam diskusi teknis, juga disampaikan bahwa Aplikasi Reaksi milik Pemerintah Kota Balikpapan yang digunakan untuk mendukung SAKIP masih menghadapi kendala teknis, terutama dalam hal transfer data dari SIPD Perencanaan. Isu tersebut menjadi perhatian bersama dalam rangka mencari solusi integrasi sistem informasi perencanaan dan pelaporan kinerja di daerah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Kabupaten Paser dan Kota Balikpapan dapat terus terjalin dalam memperkuat implementasi sistem pemerintahan berbasis kinerja dan digital, sejalan dengan semangat Smart Government menuju tata kelola pemerintahan yang akuntabel, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.




