
ASN Kabupaten Paser Ikuti Sosialisasi Keamanan Informasi dan Perlindungan Data Pribadi
Tana Paser-Pemerintah Kabupaten Paser melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostaper) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Keamanan Informasi dan Pelindungan Data Pribadi pada Kamis (7/5).
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pentingnya pengamanan data masyarakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak hanya pada aplikasi digital, tetapi juga pada berbagai layanan publik lainnya yang bersifat mengumpulkan data masyarakat. Dalam sosialisasi ini dipaparkan bahwa masih banyak aplikasi dan layanan digital yang belum memiliki sistem verifikasi data yang aman. Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya penyalahgunaan data, baik oleh penyedia jasa maupun pihak tidak bertanggung jawab.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Diskominfostaper Arief Rahman yang mewakili Sekretaris Daerah Katsul Wijaya menegaskan bahwa penggunaan data pribadi masyarakat semakin berkembang seiring pemanfaatan teknologi administrasi pemerintahan. Oleh karena itu, kerahasiaan data harus dijaga sebagai benteng pertahanan utama. “Keamanan biodata pribadi bukan sekadar wacana, melainkan kewajiban yang harus dijaga oleh setiap ASN,” ujarnya.
Arief juga mengingatkan bahwa berbagai kasus kejahatan siber seperti pencurian identitas, phishing, ransomware, online scam, hacking, hingga card skimming semakin marak terjadi. Ia menekankan agar seluruh perangkat daerah meningkatkan kewaspadaan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat pengguna aplikasi digital.
Mengingat penggunaan data pribadi merupakan persyaratan utama dalam setiap layanan publik, Pemerintah daerah perlu memperkuat aplikasi pelayanan publik bagi ASN dengan menerapkan sistem pertahanan berlapis (layered defense). Penguatan ini mencakup enkripsi data dan kontrol akses ketat berdasarkan prinsip least privilege untuk menjamin kerahasiaan informasi selama proses verifikasi. “Keamanan data dari pengguna digital sangat rentan atau rawan disalahgunakan pihak lain, yang kini banyak merebak bahkan sampai dilayanan keuangan,” jelasnya.
Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Sandiman Ahli Pertama Roybafih Sukisman dan Muhammad Luthfi Rizki Chusam. Dalam paparannya, terdapat beberapa permasalahan yang sulit diselesaikan terutama kejahatan penggunaan akun dan data orang lain. Narasumber menjelaskan pentingnya autentikasi berlapis, pembaruan sistem keamanan secara berkala, serta menjaga kerahasiaan identitas pribadi agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. “Sistem keamanan aplikasi perlu diperbarui secara berkala dan dinamis guna meminimalisir risiko penyalahgunaan data pribadi,”.
Maraknya kasus penyalahgunaan identitas oleh pihak tidak bertanggung jawab kini semakin sulit terdeteksi, sehingga pelindungan data pribadi menjadi langkah mitigasi yang krusial. “Identitas yang beredar sering dimanfaatkan oleh oknum atau siapa saja untuk tujuan tertentu,” jelasnya.
Beberapa metode seperti penggunaan kunci pengamanan dan autentikasi terus dikembangkan oleh BSSN sebagai upaya untuk mencegah serta memberantas aksi kejahatan siber. “Peretasan atau tindak kejahatan sering dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari panggilan telepon hingga pesan digital yang berpotensi merusak perangkat seluler maupun sistem elektronik lainnya. Lebih jauh, teknik tersebut bahkan dapat digunakan untuk memperoleh akses ilegal terhadap data pribadi individu,” jelasnya.
Sosialisasi ini diikuti oleh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Paser serta disiarkan pula secara live streaming melalui channel YouTube Diskominfostaper. Pemerintah daerah berharap melalui kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman ASN terhadap keamanan informasi sekaligus memperkuat integritas pengelolaan data masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang aman, transparan, dan akuntabel.




